Prestasi Terbaik Kepala SMK Negeri 1 Sabang di Tingkat Regional Sumatera

Categories: ,

Kepala SMK Negeri 1 Sabang Ibu Dra. Yusmiwati, M.Pd. meraih prestasi terbaik mewakili propinsi Aceh dalam kegiatan Lokakarya Praktik Baik Kepala Sekolah tingkat regional Sumatera yang diselenggarkan oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan dan Listrik (BBPPMPV-BBL) yang diselenggarakan pada tanggal 16-18 November 2023 di Hotel Golden View – Batam.

Dalam lokakarya tersebut Ibu Yusmiwati memaparkan karya inovasi dalam bentuk Best Practice yang telah dilakukan di sekolah yang dipimpinnya dengan judul “Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah Dalam Mewujudkan Kewirausahaan Berbasis Kearifan Lokal Sebagai Implementasi Merdeka Belajar Di SMK Negeri 1 Sabang”.

Ibu Dra. Yusmiwati, M.Pd
(Kepala SMK Negeri 1 Sabang)

Best practice ini mengulas tentang kegiatan kewirausahaan yang telah dilakukan di SMK Negeri 1 Sabang. Dimana beliau memberikan kesempatan kepada guru dan siswa untuk berkreasi dan berinovasi serta menjalin kemitraan dengan stakeholder terkait, dalam hal ini bekerjasama dengan pihak Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala untuk mengusung produk berbasis minyak atsiri cengkeh sebagai komoditi lokal untuk produk kreatif kewirausahan di SMK Negeri 1 Sabang.

Banyak tantangan yang dihadapi untuk mewujudkan kegiatan kewirausahaan ini. Tantangan terberat adalah sumber pembiayaan yang tidak mencukupi. Selain itu karakter orang tua dan murid juga menjadi tantangan tersendiri, dimana mindset dan partisipasi orang tua dalam pengembangan pendidikan sangat kurang, ditambah lagi kondisi latar belakang keluarga peserta didik yang sebagian besar berasal dari masyarakat ekonomi menengah ke bawah serta bermasalah dalam keharomisan keluarga sehingga peserta didik kurang mendapat perhatian yang layak dan cukup. Hal ini membentuk karakter siswa menjadi pemalas, tidak peduli, kurang empati, tidak bertanggung jawab dan tidak disiplin. Dalam pelaksanaannya, sekolah juga kesulitan untuk menentukan produk yang sesuai, dengan mempertimbangkan pembiayaan, kerjasama dan kemitraan, kesesuaian dengan jurusan yang ada, kebutuhan pasar, ketersediaan bahan baku dan keberlanjutan produk yang akan dibuat.

Namun dengan usaha yang gigih semua tantangan tersebut dapat dilalui. Pembentukan karakter peserta didik dibenahi dengan mengintegrasikan program P5 dalam pembelajaran, melaksanakan kegiatan LDDK Khusus untuk siswa NKN, memaksimalkan kegiatan kewirausahaan seperti bazar sekolah, membuka ruang display dan kegiatan pembelajaran di lapangan serta memaksimalkan kegiatan ekstrakurikuler seperti drumband, pramuka, sanggar seni dan kegiatan lomba-lomba di sekolah. Sementara itu sekolah juga menjalin kerjasama dengan orangtua murid dengan membentuk paguyuban orang tua murid melalui group Whatsapp dan berbagi informasi tentang kegiatan sekolah.

Kekurangan anggaran disiasati dengan pengajuan beberapa proposal sehingga beliau bisa mendapatkan bantuan dana dari beberapa lembaga/stakeholder dan kementrian untuk menjalankan program kewirausahaan ini. Beliau membentuk tim kewirausahaan. Bersama dengan tim yang solid beliau berkordinasi melakukan pemilihan jenis produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, mempertimbangkan ketersediaan bahan baku untuk keberlanjutan produk dan menjalin kerjasama kemitraan dengan ARC dalam bentuk pelatihan kepada guru dan siswa. Adapun produk yang dihasilkan dari pelatihan ini yaitu hand sanitizer, sabun cuci piring, handbody lotion, parfume, pewangi laundry, dan produk turunan dari minyak atsiri cengkeh berupa aromaterapi diffuser dan freshcare. Selain itu juga ada produk inovasi berupa lilin dari limbah minyak jelantah.

Dari hasil evaluasi, program kewirausahaan ini dinyatakan berhasil dan memberikan dampak positif. Peserta didik dan guru mampu meracik kembali sehingga menghasilkan produk serupa dan mampu berkreasi dengan komposisi yang berbeda. Lilin limbah minyak jelantah tetap dijadikan sebagai produk inovasi. Dari sisi promosi, produk ini sudah diperkenalkan pada kegiatan expo SMK dan mendapatkan antusias serta respon positif dari pengunjung. Produk kewirausahaan ini juga dijadikan sebagai souvenir bagi beberapa tamu yang pernah datang ke SMK Negeri 1 Sabang,. Semuanya memberikan dukungan dan respon positif untuk keberlanjutan program kewirausahaan ini. Untuk penjualan belum menampakkan hasil yang signifikan karena produksi masih berskala kecil. Kedepannya strategi pemasaran akan dilakukan dengan digital marketing melalui website, whatsapp, tiktok, Instagram, dan lain-lain.

Sebagai rencana tindak lanjut, sekolah akan melakukan audiensi dan menjalin kemitraan dengan pihak-pihak terkait dan pemangku kepentingan sehubungan rencana jangka panjang dalam penggunaan minyak cengkeh sebagai komoditi lokal untuk bahan baku produk kewirausahaan. Membangun komunikasi dan berbagi informasi dengan petani cengkeh serta menjembatani untuk mendapatkan pelatihan dari ARC tentang cara penyulingan minyak cengkeh. Selanjutnya menjalin kemitraan dengan stakeholder lainnya untuk keberlanjutan program kewirausahaan, mendesain packaging, menetapkan nama, mendesain logo produk dan pengurusan HAKI sebagai perlindungan hak cipta.

Ternyata masih banyak PR yang harus dikerjakan, tapi itu tidak pernah menyurutkan langkah beliau untuk terus berusaha dan berjuang memajukan SMK Negeri 1 Sabang. “Challenge is my live and nothing impossible” itulah motto beliau. Congrats bu, we proud of you, you did the best for us !!

Penulis : Sri Rahayu, S.Sos (Waka Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x