Oleh : Sri Rahayu, S.Sos.
Apa itu P5 ?
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu elemen penting dalam kurikulum merdeka yang harus diterapkan oleh satuan pendidikan. P5 merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk mewujudkan nilai Pancasila dalam sistem pendidikan untuk anak-anak muda generasi penerus bangsa. Dengan kegiatan P5 ini peserta didik diberi ruang dan waktu untuk mengembangkan kompetensi dan menajamkan karakter mereka yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Adapun tujuan utama dari kegiatan P5 ini adalah untuk membentuk generasi muda yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebhinekaan global, memiliki nilai gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
Penerapan P5 di satuan pendidikan tidak terintegrasi dengan pembelajaran tertentu, melainkan memiliki porsi khusus dan tersendiri. Selain itu P5 merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar peserta didik. Pembelajaran P5 menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis projek (project based learning) yang berbeda dengan pembelajaran di kelas pada umumnya. Dengan projek ini peserta didik mendapat kesempatan untuk belajar dalam situasi yang tidak formal, lebih fleksibel, kegiatan belajar lebih interaktif dan terlibat langsung dengan lingkungan sekitar sehingga peserta didik akan menjalani proses penguatan karakter dan memiliki kesempatan belajar dari lingkungan sekitar dan diharapkan kompetensi dan karakter mereka akan lebih terasah. Pembelajran P5 memiliki prinsip Holistik, Kontekstual, Berpusat pada peserta didik dan Eksploratif
1. Holistik
Prinsip holistik mendorong dan memotivasi peserta didik untuk mempelajari isu dan materi secara keseluruhan, sehingga tidak hanya dari satu sudut pandang tertentu. Di sisi lain, peserta didik juga didorong untuk memahami setiap persoalan secara mendalam.
2. Kontekstual
Prinsip ini berkaitan dengan upaya mendasar untuk melakukan kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, peserta didik dapat menjadikan lingkungan dan realita kehidupan sebagai landasan utama ilmu pengetahuan.
3. Berpusat pada peserta didik
Prinsip ini menekankan bahwa peserta didik adalah subjek pembelajaran yang aktif. Peserta didik harus berperan mulai dari pengamatan suatu persoalan di lingkungan sekitar hingga penyelesaian masalah.
4. Eksploratif
Prinsip ini mendorong semangat untuk membuka ruang bagi proses pengembangan diri yang terstruktur. Satuan pendidikan dapat menemukan caranya sendiri dalam penyampaian materi, alokasi waktu pembelajaran, dan penyesuaian dengan tujuan pembelajaran
Ada sembilan tema untu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang telah ditetapkan oleh Kemdikbudristek yaitu :
- Gaya Hidup Berkelanjutan
- Kearifan Lokal
- Bhineka Tunggal Ika
- Bangunlah Jiwa dan Raganya
- Suara Demokrasi
- Berekaya dan Berteknologi untukMembangun NKRI
- Kewirausahaan
- Keberkerjaan (Tema wajib untuk SMK/MAK)
- Budaya Kerja (Tema wajib untuk SMK/MAK)
“Ranub Peunuwoe” Pembelajaran P5 di SMK Negeri 1 Sabang
Menindaklanjuti program Kemdikbudristek ini, SMK Negeri 1 Sabang melakukan kegiatan pembelajaran P5 pada hari Sabtu, 18 November 2023 dengan mengangkat tema kearifal lokal. Adapun tujuan memilih tema ini adalah agar peserta didik mengetahui dan lebih mengenal adat istiadat dan budaya di daerahnya. Selain itu juga bertujuan untuk membekali peserta didik dengan keterampilan untuk berwirausaha.
Seperti kita ketahui, ranup memiliki makna filosofi yang tinggi dalam adat budaya Aceh. Dari zaman kesultanan Aceh sampai sekarang ranup memiliki peranan penting dalam sistem tatanan kehidupan sosial dan kultural masyarakat Aceh, mulai dari persalinan, prosesi peminangan (cah-rot), pernikahan, hajatan sunat rasul dan lainnya. Sehingga ranup dijadikan simbol-simbol kemuliaan, penghargaan, perdamaian, kebahagiaan bahkan sebagai media komunikasi sosial yang sering disebut dengan “ranup sigapu”
Simbol kemuliaan dan penghargaan dapat kita lihat dalam tarian “ranup lampuan” sementara itu dalam simbol perdamaian tergambar pada kegiatan musyawarah untuk menyelesaikan persengketaan dalam bentuk upacara peusijuk dan meu-uroh. Disini ranub melambangkan sifat dan watak para peserta musyawarah yang dijiwai oleh semangat setia kawan, seia sekata, hidup rukun dan damai, sapeu kheun ngon buet (satu kata dengan perbuatan).
Simbol kebahagiaan, kemuliaan dan penghargaan juga ditandai dengan ranup peuneuwo yaitu ranup yang disusun dan dibentuk sedemikian rupa dengan berbagai bentuk kreasi yang cantik dan menarik. Ranup peuneuwo biasanya dibawa dalam acara resepsi pernikahan bersama hantaran lainnya. Dalam masyarakat aceh ranup peuneuwo merupakan hantaran wajib yang harus dibawa pada saat resepsi pernikahan sehingga ranup peuneuwo memiliki nilai jual yang tinggi. Makin unik dan cantik bentuknya maka harganya pun akan semakin mahal.
Melihat peluang ini, tim kurikulum SMK bersama fasilitator P5 mengangkat tema kearifan lokal dengan membuat ranup peuneuwo dalam pembelajaran P5. Ibu Dra. Yusmiwati, M.Pd. sangat mendukung dan menyambut baik ide ini, beliau mengapresiasi hasil dari pembelajaran P5 yang telah dilakukan. Peserta didik pun sangat antusias mengerjakan projek mereka. Mereka berproses, bebas menuangkan ide dan kreatifitas mereka, bekerja sama, dan berkreasi sesuai dengan keinginan mereka. Dan hasilnya pun sangat mengaggumkan. Bravo buat semua fasilitator yang luar biasa, ditunggu actionnya untuk tema-tema yang lain ya….
Berikut beberapa dokumentasi kegiatan P5 di SMK Negeri 1 Sabang:


Daftar Pustaka :
https://www.quipper.com/id/blog/info-guru/tema-projek-profil-pelajar-pancasila/
https://ceritawarga.com/read/2022/08/08/5556/Memaknai_Ranup_Bagi_Masyarakat_Aceh










Tinggalkan Balasan