Sekolah merupakan tempat bagi peserta didik untuk mendapatkan pendidikan, baik pendidikan karakter maupun pendidikan pengetahuan. Sekolah juga memiliki peranan yang istimewa, kenapa istimewa? Karena sekolah selain dijadikan sebagai wadah mendapatkan pendidikan, sekolah juga menjadi tempat untuk membentuk jati diri peserta didik yang positif, selain itu juga sekolah adalah tempat mereka berkumpul, membuka pemikiran, mengasah/menyalurkan kemampuan, mengembangkan potensi dan membentuk akhlak yang baik untuk masa depannya, sekolah juga bisa dikatakan sebagai bengkel dimana yang rusak diperbaiki menjadi bagus, yang tdk bisa menjadi bisa, yang hancur harus dibentuk dan dimanfaatkan untuk dimodifikasi dalam wujud lain sehingga bisa berfungsi dan bernilai. Itulah beberapa faktor yang menurut hemat saya bahwa sekolah juga memiliki keistemewaan.ย โPendidikan bukanlah proses mengisi wadah yang kosong. Pendidikan adalah proses menyalakan api pikiranโ(W.B Yeats).
Bebicara tentang keistimewaan, siapa yang menjadikan itu semua istimewa? Itu semua adalah KITA. Kita sebagai guru dan juga orang tua kedua bagi peserta didik yang akan menjadikan merekaย istimewa karena pada hakekatnya anak itu adalah spesial dan istimewa. Peserta didik yang hari ini berada di lingkup sekolah yang datang untuk mendapatkan haknya diwarisi dengan berbagai latar belakang masalah yang berbeda. Maka dari latar belakang masalah tertentu menjadikan peserta didik itu kadang sering memiliki perilaku yang kurang baik. Disini kita sebagai guru yang dituntut untuk mengenal para peserta didik secara fisik dan mental. Peserta didik yang menjadi objek atau sasaran pendidikan haruslah dibentuk sebaik mungkin untuk menjadi generasi masa depan bangsa yang berkarakter, cerdas, mandiri dan berani. Ini semua adalah tugas kita sebagai guru, untuk terus membentuk dan membina sehingga menjadikan mereka istimewa. Karena keajaiban mengajar dan mendidik adalah seperti melihat ulat menjadi kupu-kupu.
Proses membentuk dan membina tentunya bukanlah suatu proses yang mudah, tidak seperti kita membalikkan telapak tangan tapi kita tidak perlu mengukur berapa lama proses itu berhasil namun usaha kita sebagai guru untuk mencerdaskan anak bangsa harus kita tumbuhkan dalam hati agar cita-cita bangsa terwujud dalam mendidik generasi yang baik untuk bangsa dan negara serta agama.
Fokus kita saat ini pada sebuah topik yang sangat menarik untuk saya. Dimana ada salah satu peserta didik kita yang duduk di kelas XI TKRO yang bernama ย Rasya Albarika. Rasya Albarika adalah peserta didik yang pernah tinggal kelas. Menurut pengamatan dari beberapa guru mengatakan bahwa sebenarnya Rasya Albarika memiliki kecerdasan yang luar biasa karena sesuatu dan lain hal membuat dia menjadi seperti sosok yang pemalas. Hal itu dibuktikan selama proses belajar mengajar khusus dimata pelajaran PKN saya melihat dia memiliki potensi lebih, Maka pada waktu dan kesempatan atas izin Wakakesiswaan saya memilih Rasya Albarika untuk mengikuti seleksi Duta Pelajar Kamtibmas tahun 2023. Dan Alhamdullilah atas semangatnya yang luar biasa dan dukungan dari beberapa guru serta teman-teman terdekat saat ini Rasya Albarika meraih juara 1 dalam lomba pemilihan Duta Pelajar Kamtibmas Tahun 2023 perwakilan SMK Negeri 1 Sabang melaju ke Provinsi di bulan November ini.

Sahabat guru semua di balik berhasilnya Rasya Albarika ada kisah seorang ibu yang menangis pilu saat itu, ibu itu adalah saya, karena tepat disaat Rasya Albarika berhasil Move On dari berbagai persoalan hidupnya justru pada saat itu saya sedang merasa gagal menjadi seorang ibu untuk anak saya sendiri terkait masalah yang dihadapinya akibat dari kelalaian saya sendiri sebagai orang tua. Kadang saat kita sedang fokus-fokusnya terhadap peserta didikย di sekolah tanpa sengaja kita melupakan bahwa masih ada sosok istimewa lainnya yang juga butuh perhatian penuh dari kita. Itulah guru yang kadang mengabaikan kepentingan pribadi dan keluarganya demi untuk kemaslahatan umat. Dan itu bukanlah sesuatu yang asing bagi kita yang berprofesi sebagai guru karena guru ibarat sebuah lilin yang mengahabiskan dirinya sendiri untuk mencerahkan kehidupan orang lain.

Alhamdulillah, semua terlewati dengan indah karena saya berhasil bangkit dari rasa gagal dengan memetik pembelajaran dari peserta didik kita Rasya Abarika bahwa tidak semua orang tua berhasil mendidik anaknya dengan tangannya sendiri tapi banyak anak- anak yang sukses ditangan dingin para guru-guru hebat yang berada di sekolah. Begitu juga dengan anak saya saat ini yang semakin menunjukkan sikap positifnya selama berproses di lingkup sekolahnya. Tingginya harapan saat saya sebagai guru yang bertugas mencerdaskan anak bangsa maka anak- anak saya juga akan dicerdas oleh bangsa dari generasi yang saya ciptakan. Guru yang baik adalah dokter yang menyembuhkan kebodohan dan seniman yang mengispirasi kreativitas.
Dalam berbagai proses yang dijalani semua terselip hikmah yang luar biasa. Tentunya itu semua kembali kepada kita bagaimana dalam menyikapinya. Sesuai dengan janji Allah SWT bahwa satu kesulitan tidak akan mampu mengalahkan dua kemudahan. Setiap ada suatu masalah sudah pasti akan ada kunci penyelesaiannya, lama atau tidak tergantung bagaimana masalah itu untuk kita hadapi. Hanya ini sepenggalan kisah yang mungkin dapat menginspirasi sahabat guru semuanya.
Mari kita ingat! satu buku, satu pena, satu anak dan satu guru dapat mengubah dunia. Karena tujuan seorang guru bukanlah menciptakan siswa menurut citranya guru sendiri, tetapi untuk mengembangkan siswa yang dapat menciptakan citranya sendiri.
Salam hangat dari saya, Yuliza.
Penulis : Yuliza Fitriana, S.Pd (Guru PKN)




Tinggalkan Balasan